Garut selalu punya cara tersendiri untuk membuat siapa pun ingin kembali lagi. Kota yang dikenal dengan panorama pegunungan, kuliner khas, dan sentra kerajinan kulit ini memang menawarkan pengalaman wisata yang lengkap. Tidak hanya menghadirkan udara sejuk dan suasana tenang, Garut juga menyimpan banyak cerita menarik di setiap sudutnya. Itulah yang saya rasakan ketika berkesempatan melakukan perjalanan bersama teman-teman menuju salah satu daerah favorit di Jawa Barat tersebut.
Perjalanan menuju Garut kami tempuh hingga larut malam. Udara dingin mulai terasa ketika kendaraan memasuki kawasan Darajat. Lampu-lampu kecil dari rumah warga dan penginapan terlihat menemani perjalanan kami menuju homestay yang berada tidak jauh dari Darajat Pass. Karena kondisi tubuh yang sudah cukup lelah setelah perjalanan panjang, kami memutuskan untuk langsung beristirahat agar keesokan harinya bisa menikmati suasana Garut dengan lebih maksimal.
![]() |
| Kawasan Darajat Pass Garut |
Pagi hari di kawasan Darajat benar-benar terasa menyegarkan. Kabut tipis masih terlihat menyelimuti area pegunungan, sementara udara dingin menusuk kulit dengan khasnya suasana dataran tinggi Garut. Setelah menikmati secangkir kopi hangat, kami langsung menuju Darajat Pass untuk berendam di kolam air panas alami yang menjadi daya tarik utama tempat wisata ini.
Berendam di Darajat Pass memang selalu menghadirkan pengalaman yang sulit dilupakan. Hangatnya air alami berpadu dengan udara pegunungan yang sejuk menciptakan sensasi relaksasi yang sempurna. Dari area kolam, hamparan pemandangan hijau terlihat begitu menenangkan mata. Tidak heran jika tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik dari dalam maupun luar kota. Kami menikmati waktu cukup lama di sana, mulai pagi hingga menjelang siang sambil bercanda dan menikmati suasana santai bersama teman-teman.
Setelah puas menikmati kehangatan Darajat Pass, perjalanan dilanjutkan menuju pusat kerajinan kulit Sukaregang. Namun sebelum tiba di tujuan utama, kami memutuskan mampir terlebih dahulu ke Rumah Makan Lestari yang berada di Jalan Cikuray Garut. Tempat makan ini cukup nyaman untuk beristirahat sekaligus mengisi energi setelah seharian berendam.
![]() |
| Memilih menu di Rumah Makan Lestari Garut |
Berbagai menu khas Sunda tersaji dengan cita rasa yang menggugah selera. Suasana makan bersama teman-teman di tengah udara sejuk Garut terasa semakin nikmat. Momen sederhana seperti ini justru sering kali menjadi bagian paling berkesan dalam sebuah perjalanan. Obrolan santai, canda tawa, dan suasana hangat kebersamaan membuat waktu makan terasa begitu menyenangkan.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Sukaregang Leather Center, salah satu ikon industri kreatif yang cukup terkenal di Garut. Kawasan ini dikenal sebagai sentra kerajinan kulit dengan berbagai produk berkualitas seperti jaket, tas, sepatu, dompet, hingga aksesori lainnya. Saat berkeliling, saya melihat bagaimana geliat ekonomi kreatif di Sukaregang masih terus berkembang dan menjadi bagian penting dari identitas Garut.
![]() |
| Sukaregang Leather Center Garut |
Berkunjung ke Sukaregang bukan hanya soal belanja produk kulit, tetapi juga melihat bagaimana sebuah industri lokal mampu bertahan dan terus berinovasi. Banyak pelaku usaha yang tetap menjaga kualitas produk sekaligus mengikuti perkembangan tren pasar. Hal itu membuat industri kulit Garut tetap memiliki daya tarik tersendiri di tengah persaingan produk modern saat ini.
Di sela-sela kunjungan tersebut, ada satu momen tak terduga yang justru menjadi cerita paling berkesan dalam perjalanan kali ini. Saya bertemu kembali dengan Pak Budi BZ, rekan sekaligus atasan saat dulu bekerja di perusahaan leasing di Bandung sekitar 15 tahun yang lalu. Sebuah pertemuan yang benar-benar tidak direncanakan, namun terasa begitu hangat dan penuh nostalgia.
Kami pun berbincang cukup lama mengenang masa-masa bekerja dahulu. Alhamdulillah, kini beliau menekuni usaha kuliner dengan membuka “Baso Rachman” yang lokasinya tidak jauh dari Sukaregang Leather Center. Melihat beliau tetap semangat membangun usaha sendiri tentu menjadi inspirasi tersendiri bagi saya. Terkadang perjalanan bukan hanya membawa kita ke tempat-tempat baru, tetapi juga mempertemukan kembali dengan orang-orang lama yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup.
![]() |
| Bertemu dengan sahabat Pak Budi BZ |
Perjalanan singkat ke Garut ini akhirnya memberikan banyak pengalaman yang sulit dilupakan. Mulai dari menikmati hangatnya Darajat Pass, mencicipi kuliner khas Sunda di RM Lestari, melihat perkembangan industri kulit di Sukaregang, hingga bertemu kembali dengan rekan lama setelah belasan tahun berpisah.
Garut memang bukan hanya soal wisata alam yang indah, tetapi juga tentang cerita, kehangatan, dan kenangan yang tercipta di setiap perjalanan. Kota ini selalu punya alasan untuk dirindukan dan layak menjadi destinasi wisata favorit bagi siapa saja yang ingin menikmati suasana tenang dengan pengalaman yang berkesan.







0 Komentar